Aku yang skeptikal pada kecantikan

[tag: hadirkan kecantikanmu dengan takwa]

Aku yang skeptikal pada kecantikan

Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha menyayangi.

Aku mulakan tulisan ini dengan memetik sebuah hadis rasulullah SAW:

“Sesungguhnya Allah itu cantik dan Allah sukakan kecantikan.” (Hadis riwayat Muslim dan At-Tirmidzi)

Di benak pemikiran manusia, sesungguhnya pemikiran kita hanyalah terkurung dengan persekitaran yang berlaku sekeliling kita. Dengan apa manusia sejagat sezaman membayangkan. Lalu ketika zaman celaru ini kita keliru dengan sesebuah pemikiran yang akhirnya memakan diri sendiri dan juga mengorbankan orang lain.

Tidak adil. Orang cantik tidak semestinya cantik. Kerana itu aku skeptikal pada kecantikan orang-orang yang cantik.

Ya, cantik itu subjektif. Ia bukannya pilihan majoriti. Namun, pada sifat Allah cantik itu segala bagiNya. Sungguh indah hadis di atas, Allah itu cantik dan Allah sukakan kecantikan.

Namun dunia pada arus ini, umat manusia tidak memikirkan kecantikan seperti Allah sukakan. Tidak lagi membayangkan kecantikan seperti apa yang Allah bayangkan. Aku juga mula tertipu dengan pemikiran dajjal ini. Ini semua bahan konspirasi, ini semua konspirasi!!!

Sesuatu yang alam mampu menafsir, tidak akan dapat diterjemah oleh manusia. Sesuatu kecantikan yang terukir, tidak akan mampu dibanggakan dengan alam. Aku yang skeptikal pada kecantikan. Tidak merasa rugi jika tidak melayan kecantikan. Tidak akan sirna hati jika tidak terpaut pada kecantikan.

Wahai manusia yang cantik, marilah berfikir dengan sifat tuhanmu. Jadilah insan rabbani. Hiduplah dengan syariat bukan dengan adat.

Wahai manusia yang cantik. Adakah engkau fikir, dikau cantik di mata manusia akan kelihatan cantik di sisi rabbMu Allah yang maha cantik? Apakah engkau fikir, engkau yang menawan di hati manusia akan sama menawan di sisi Allah?

Berhiaslah dengan kecantikan segala isi dunia wahai manusia yang cantik! Tapi hiasilah dirimu dengan kecantikan di sisi Allah. Sungguh segala apa hiasan isi dunia tidak akan mampu mengatasi kecantikanmu di sisi Allah azza wa jal.

Janganlah dikau membanding-bandingkan kecantikanmu dengan makhluk, akan tetapi, rasailah, nikmatilah kecantikanmu dengan pencipta, Allah yang maha cantik. Di situlah kebaikanmu yang tiada tandingannya. Disitulah keindahanmu yang tiada taranya.

Dan, disitulah kecantikanmu kekal abadi.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [Suran An-Nur, 24:31]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s